BUKU: PINTU YANG MENYINGKAP DIMENSI RUANG DAN WAKTU
(Gambar: ebookfriendly.com)
Ada dua pertanyaan yang menarik berhubungan dengan judul tulisan ini.
Pertama, siapa sih yang tidak ingin pergi berkeliling dunia, mengunjungi dan melihat berbagai tempat yang memiliki panorama yang indah yang menyejukkan jiwa, ataupun tempat yang penuh dengan pengetahuan, peradaban yang tinggi dan lainnya; dan bertemu dengan orang-orang terkenal, terkenal karena pengetahuannya, pengaruhnya, ataupun kecakapannya?.
Kedua, siapa sih yang tidak mau pergi melintasi dimensi waktu, bertualang ke masa lalu, atau mungkin masa depan, dan melihat apa saja yang terjadi pada masa itu, melihat bagaimana kehidupan manusianya, melihat peradaban mereka, dan yang lainnya?.
Jawaban untuk kedua pertanyaan ini, dengan sepakat, pasti semua orang menginginkannya, kalaupun tidak semua, mayoritas pasti menginginkan kedua hal tersebut di atas.
Menganalisis kedua pernyataan tersebut, secara logika manusia pada umumnya, yang pertama mungkin bisa tercapai, namun butuh perjuangan dan pengorbanan. Misalnya, ketika ada seorang warga Indonesia ingin melihat dan mengetahui seperti apa patung Liberty yang ada di Amerika, maka mereka yang memiliki uang yang banyak, hanya perlu mencari dan membeli tiket pesawat ke Amerika, dan masalah orang ini terpecahkan. Namun, apabila orang Indonesia ini adalah orang dari kalangan menengah ke bawah (tidak mampu), maka tentulah mustahil keinginannya ini bisa tercapai dengan mudah, sebagaimana halnya orang Indonesia yang memiliki kekayaan tadi. Maka untuk mencapai keinginannya ini, ia harus mencoba alternatif lain.
Sedangkan untuk pertanyaan yang kedua, dilihat dari sisi logika manusia pada umumnya, keinginan tersebut tidak hanya sulit untuk dicapai, tapi juga bisa dikatakan sebagai suatu hal yang mustahil. Mana mungkin orang bisa pergi ke masa lalu, terlebih masa depan, dan bertemu orang-orang yang ada pada masa yang ia kunjungi tersebut, sudah pasti orang yang mengungkapkan keinginannya tersebut akan dianggap sebagai orang gila oleh masyarakat luas.
Namun, benarkah kedua keinginan tersebut tidak bisa diwujudkan sebagai mana yang telah digambarkan logika umum masyarakat luas?. Jawabannya adalah “TIDAK BENAR”. Mengapa demikian?.
Meskipun tidak banyak, ada sebagian kecil orang yang menyadari bahwa kedua pertanyaan ataupun kedua keinginan tersebut, bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Kedua hal itu bisa dilakukan, tentunya dengan sudut pandang yang sedikit berbeda. Jawaban untuk pertanyaan ini ditemukan oleh orang-orang yang mencintai membaca, yakni membaca. Bagi orang-orang yang mencintai membaca, yang menjadikan membaca, khususnya membaca buku, sebagai bagian dari hal-hal yang dibutuhkannya selain kebutuhan pokok seperti makan dan istirahat dan lainnya, kedua keinginan tersebut sekali lagi bukanlah suatu hal yang mustahil.
Buku bisa mengantarkan pembacanya melintasi benua dan mengarungi samudra menuju suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, bertemu dengan orang-orang yang belum pernah ditemui sebelumnya, dan melihat hal-hal yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dan itu bukanlah sesuatu yang mustahil, karena orang-orang yang sering membaca buku memiliki pengetahuan yang sangat luas dan dalam, yang mana pengetahuannya tersebut menjangkau tempat-tempat, orang, atau hal apapun yang belum pernah mereka kunjungi, temui, dan lihat.
Hampir seluruh hal yang ada di dunia ini, ditulis dan dijelaskan dalam buku. Ilmu alam, sosial, logika, filsafat, sejarah, bahkan agama, semuanya dijelaskan dalam buku. dengan membaca berbagai macam jenis buku yang mencakup berbagai macam pengetahuan, maka buku itu bisa menjadi pintu menuju dimensi ruang dan waktu.
Kita mungkin tidak bisa bertemu lagi dengan Aristoteles (Filosof masa klasik), Ibnu Sina (Bapak Kedokteran), atau nabi Muhammad Saww., dan yang lainnya, tapi dengan membaca buku dan tulisan mereka, ataupun buku dan tulisan yang menjelaskan tentang mereka, maka kita bisa menghadirkan sosok mereka dalam diri kita. Kita bisa berbicara dengan mereka yang berada di masa lalu melalui pemikiran-pemikiran yang mereka yang dituliskan dalam buku.
Bahkan dengan sering membaca buku, seperti buku sejarah peradaban, kita bisa melihat (mengetahui) bagaimana peradaban Mesir, peradaban Eropa, Arab, dan yang lainnya di masa lalu. atau kita bisa melihat perjuangan para pahlawan Indonesia berjuang menegakkan kemerdekaan bangsa Indonesia, semua itu bisa kita lihat dan kita baca di dalam buku.
Maka beruntunglah bagi mereka yang sangat mencintai kegiatan membaca buku. Karena dengan membaca buku, cakrawala pengetahuan mereka akan lebih dibuka dan dikembangkan. Dan dengan pengetahuan tersebut, bersiaplah untuk memasuki pintu menuju dimensi ruang dan waktu. []

Komentar
Posting Komentar