PEMBUKTIAN OTENTITAS AL-QURAN
Oleh: Prof. Dr. KH. Muhaimin Zen
A. Tujuan Review
Review ini bertujuan untuk lebih mengenal bagaimana pembuktian-pembuktian yang disampaikan oleh para ulama Islam dalam rangka membantah upaya orientalis yang menganggap Al-Quran bukan berbahasa Arab. Atau bisa dikatakan bahwa telah terjadi tahrif dalam Al-Quran.
B. Deskripsi
Kaum orientalis menyatakan bahwa Al-Quran bukanlah bahasa Arab dan juga bukan wahyu Tuhan.
Mayoritas ulama menyatakan bahwa Al-Quran bahasanya adalah asli bahasa Arab, tidak ada bahasa selain bahasa Arab. Hal ini dikemukakan oleh para ulama seperti Imam Syafi’i dan Abu Hurairah.
Ulama lain mengatakan bahwa dalam Al-Quran ada bahas ‘adam(bukan Arab), namun hal itu tidak menghilangkan esensi Al-Quran itu sendiri.
Yang lain mengungkapkan bahwa bahasa ‘adam sudah ada sebelum Al-Quran diturunkan. Dan saat Al-Quran turun, bahasa ‘adam itu sudah menjadi bahasa Arab.
C. Analisis
Kritik terhadap Al-Quran yang menyatakan bahwa Al-Quran bukan bahasa Arab, dilontarkan oleh seorang orientalis bernama Christoph Luxenberg melalui bukunya yang berjudul Die Syro-Aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag uzur Entschluesselung Dar Koransprache (Cara membaca Al-Quran dengan bahasa Syro-Aramaic, sebuah sumbangsih upaya pemecahan kesulitan memahami bahasa Al-Quran)[1].
Membantah pernyataan ini, selain menggunakan beberapa argumen yang telah disampaikan pada resume seminar, dalam buku yang ditulis oleh pemateri, pemateri mengungkapkan beberapa kelemahan atas pernyataan yang disampaikan oleh Luxenberg, di antaranya pemateri menyampaikan bahwa “Luxenberg menganggap tulisan adalah segalanya. Dia menjadikan manuskrip sebagai patokan, sehingga suatu bacaan harus disesuaikan dan mengacu pada teks”[2].
Komentar
Posting Komentar