WANITA DALAM AL-QURAN

WANITA DALAM AL-QURAN[1]
Oleh: Prof. Dr. Sayyed Abdul Karim Haedari

A.    Tujuan Review
Review ini bertujuan untuk lebih mengenal kedudukan wanita atas laki-laki dalam perspektif Al-Quran.

B.     Deskripsi
Mengawali pembahasan, ada pertanyaan utama, keduanya yaitu:
1.      Apakah seorang laki-laki lebih utama dibandingkan perempuan di sisi Allah Swt.,? kenapa? Bukankah Allah memiliki sifat keadilan!
2.      Apakah seorang laki-laki memilih untuk menjadi laki-laki, begitu pun dengan perempuan? Ataukah hal itu merupakan bentuk usaha mereka?
Dalam Al-Quran, Allah Swt., tidak menyebutkan bahwa Allah meninggikan derajat laki-laki atas wanita, akan tetapi Allah hanya menyebutkan bahwa Allah meninggikan yang satu atas yang lain.
Allah memberikan kelebihan kepada masing-masing laki-laki dan wanita, seperti wanita yang diberikan sifat kelembutan dan laki-laki yang diberikan kekuatan.
Dalam konteks amal saleh, Allah tidak membedakan antara laki-laki dan wanita, begitu pun dengan kesempatan untuk meraih surga, Allah memberikan kesempatan yang sama kepada keduanya. Tidak hanya itu, para fukaha bahkan mengartikana bahwa perempuan dan wanita memiliki kesempatan yang sama seperti laki-laki dalam menduduki pemerintahan.
Dalam hal kemuliaan pun, laki-laki dan wanita memiliki tempat yang sama di sisi Allah. Berbicara perihal kemuliaan, kemuliaan bisa digolongkan pada dua hal, yakni kemuliaan yang tidak bisa kita harapkan pada kita, kemuliaan ini menentukan kedekatan kita dengan Allah Swt. Dan kemuliaan kedua yakni kemuliaan yang diperintahkan bagi kita untuk memintanya.

C.    Analisis
Pembahasan mengenai wanita dalam Al-Quran oleh pemateri lebih dihubungkan dengan pembahasan mengenai kedudukan wanita atas laki-laki. Bagaimana pandangan Al-Quran terhadap status wanita akan laki-laki.
Disimpulkan bahwa keduanya memiliki kesetaraan dalam berbagai aspek. Sekalipun ada suatu kala salah satunya dilebihkan, hal itu tidak mempengaruhi kesetaraan keduanya. Sebagaimana wanita yang diberikan kelembutan, laki-laki diberikan kekuatan.




[1] Disampaikan dalam Seri Seminar Nasional “Al-Quran dan Berbagai Dimensi Kehidupan Manusia” di Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ELIF SAFAK: “EMPAT PULUH KAIDAH CINTA” SANG DARWIS PENGELANA

DINASTI SAFAWIYAH (1501 M - 1736 M)

AL FUTUHAT AL MAKKIYAH